LOADING

Aug 10, 2015
Events

3 JAM BERKUALITAS BERSAMA IMAN SASTROSATOMO
Kurang lebih pukul 14.00 WIB, Iman Sastrosatomo tiba di Kampus Fakultas Musik SOCA. Bagi yang belum mengenalnya, beliau adalah Artist & Repertoir Aquarius Musikindo. Iman Sastrosatomo adalah sosok penting dibalik label Aquarius Musikindo. Walaupun sempat pindah ke Warner, pada akhirnya, cintanya membawa beliau kembali ke Aquarius Musikindo. Dengan senyuman yang ramah beliau menyapa setiap orang yang berpapasan dengannya. Dengan gaya dan cara berpakaiannya santai layaknya anak muda, Iman –sapaan akrab Iman Sastrosatomo—melangkah pasti ke ruang dosen Fakultas Musik SOCA yang telah disiapkan untuknya dipandu oleh salah satu karyawan SOCA. Sembari menunggu dimulainya Workshop (alasan utama Iman datang ke kampus SOCA), beliau duduk santai sembari menikmati hidangan yang telah disajikan oleh pihak SOCA.
 
Kedewasaannya bercengkerama dengan orang baru pun terlihat saat karyawan SOCA bertanya-tanya seputar karier dan jam terbangnya di industri musik tanah air. Dengan ramah beliau menjawab semua pertanyaan yang diajukan dengan jelas. Tak lama berbincang, datang beberapa musisi yang menjadi dosen di Fakultas Musik SOCA yang ia kenali, diantaranya Indro Hardjodikoro dan Andre Dinuth. Iman pun tampak seperti “reuni” dengan Dinuth dan Indro. Tak terasa waktu hampir menunjukkan pukul 15.00 WIB, sebelum Iman memulai workshop, beliau menyempatkan waktu untuk berfoto bersama Andre Dinuth, sebagai kenang-kenangan, “kapan lagi bisa foto sama gitaris keren gini” katanya.

Tepat pukul 15.00 WIB, beliau memulai workshop yang bertema “Industri Musik Indonesia di Era Digital.” Menurutnya, industri musik Indonesia saat ini dalam masa transisi, dimana semua berubah dari analog menjadi digital. Tidak hanya peralatan rekamannya, hasil karyanya pun sama, berubah dari bentuk fisik menjadi digital.

“Di zaman sekarang ini yang semuanya serba digital, kalau dari kacamata musisi, hal ini baik, karena kesempatan berkarier dan menjual nama lebih luas, rekaman pun bisa dilakukan di rumah, gak perlu nabung sekian banyak untuk rekaman di studio”, pungkasnya. Beliau menambahkan, “Negatifnya, persaingan semakin susah, karena kita gak bisa lagi cuma ngandelin jago main doang, kalo gak ter-manage dengan baik, gak bakal bisa apa-apa.”

Lalu beliau menyinggung tentang manajemen artis. Menurutnya, manajemen artis untuk musisi saat ini sangatlah penting. “Gak cuma nyariin job buat si musisi, tapi artis manajemen ini juga develop kemampuan si musisi dalam segala aspek”, ucapnya tegas. Iman pun menyinggung tentang infrastruktur di Indonesia dalam industri musik. Menurutnya, di zaman modern seperti ini, dimana lagu atau hasil karya musisi telah berbentuk data yang dapat diunduh dari iTunes atau streaming, internet di Indonesia masih sangat jauh dari kata cepat. Selain itu, kurangnya minat orang Indonesia menggunakan kartu kredit cukup bermasalah dalam penjualan hasil karya musisi. Banyak karya musisi sekarang dibeli dalam bentuk .mp3 atau sejenisnya menggunakan kartu kredit, tapi di Indonesia cukup sulit, berbeda dengan di luar negeri.

Sebelum menutup workshop, Iman berkata pada semua peserta yang kebanyakan mahasiswa musik SOCA, “kalian udah bener sekolah musik, udah gak bakal dapet apa kalo kalian otodidak, di sekolah ini kalian gak melulu diajarkan bermain musik, tapi dimatangkan secara keseluruhan untuk menjadi performer yang utuh.”

Jam dinding menunjukkan pukul 17.00 WIB, artinya, usai sudah workshop kali ini. Sebelum keluar ruangan dan pamit pulang pada keluarga SOCA, Iman kembali berfoto bersama seluruh peserta dan panitia workshop. 3 jam yang sangat berkualitas oleh Iman Sastrosatomo.